JAKARTA - Magma Entertainment bersama Rapi Films menghadirkan sekuel dari film Qodrat karya Charles Gozali. Tiga tahun sejak film pertamanya, sosok Qodrat bertransformasi menjadi salah satu karakter ikonik dalam perfilman Indonesia.
Masih diperankan Vino G. Bastian, film Qodrat 2 menghadirkan Acha Septriasa sebagai pemeran baru. Kisahnya sedikit ditampilkan dalam film pertama namun film kedua ini menyorot perannya sebagai Azizah yang merupakan istri Qodrat.
Qodrat 2 menceritakan beberapa tahun setelah Qodrat (Vino G. Bastian) kehilangan putranya, Alif. Qodrat mencari Azizah (Acha Septriasa) yang tidak pernah terlihat usai kejadian tragis itu. Mereka kehilangan Alif yang nyawanya terusik sang iblis sementara Azizah merasa ia adalah seorang pendosa.
Ternyata, Azizah sekarang bekerja di sebuah pabrik tekstil setelah diajak temannya, Purwanti (Della Dartyan). Demi bertahan hidup, Azizah mengikuti pekerjaannya hingga suatu momen menewaskan teman satu pabriknya.
Qodrat mulai mencari Azizah sampai ia bertemu dengan Sukardi (Donny Alamsyah). Qodrat yang menyelamatkan Sukardi yang juga merasakan kegundahan kala berpisah dengan istrinya. Keduanya curiga dengan pabrik yang merupakan tempat kerja Azizah dan Purwanti.
Di samping itu, Azizah menganggap Qodrat sudah meninggal setelah kejadian menyelamatkan Alif. Azizah terus mengutuk dirinya sebagai seseorang yang musyrik meski ia adalah istri dari seorang Ustaz. Sebuah kejadian akhirnya membuat mereka menemukan kebenaran sekaligus berhadapan dengan ujian keimanan.
Emosional dan intens. Setidaknya dua kata itu sudah menggambarkan betapa megah dan percaya diri kreatornya kepada film ini. 10 menit adegan pembuka sudah membuat penonton bergidik ngeri karena betapa intensnya adegan yang dihadirkan.
Kepercayaan itu juga terlihat dari para pemain yang mengeluarkan energi terbaik mereka. Mungkin judulnya diberi nama Qodrat, tapi panggung sesungguhnya dalam film ini adalah Acha Septriasa yang bermain luar biasa sebagai Azizah. Ia menjadikan adegan salat sebagai adegan yang tidak hanya sakral tapi juga menggugah iman.
BACA JUGA:
Kehadiran Vino sebagai Qodrat juga terlihat sebagai sosok yang lebih positif. Pada sekuelnya, Qodrat jauh berbeda dari film pertamanya yang lebih banyak murung. Qodrat seakan menjadi pengantar konflik dan karakter satu sama lain, terkadang terlihat seperti superhero.
Teknis kamera yang digunakan juga membuat adegannya lebih intens (lagi) menangkap ekspresi pemain, diiringi dengan musik yang masuk di berbagai momen yang sesuai.
Di antara keambisiusan itu, ceritanya sedikit terseret di pertengahan. Ibarat lumayan lama memanaskan mesin, sehingga butuh beberapa waktu untuk membuat duel di antara karakter utama dan antagonis sesungguhnya. Meski begitu, Qodrat 2 tetap mengakhiri pertandingannya dengan baik.
Sosok Qodrat di sini juga dibuat lebih percaya diri dan tangguh dengan keimanannya dan membuat imej Qodrat semakin menarik.
Film Qodrat 2 turut membawa kesakralan salat dan bukan sekadar rutinitas. Begitu juga dengan doa yang memiliki kuasanya bagi mereka yang percaya.
Film Qodrat 2 bisa disaksikan di bioskop Indonesia.